hujan

top

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

ngiklan yuk

Belajar Memahami Air yuuuuuuuuuuk

Hal terindah dalam hidup adalah ketika kita mampu mengatasi masalah tanpa masalah. Dan mampu bertahan dikala tumbang, serta mampu berjuang dikala hilang. Baik hilang akal, hilang rasa atau.. jangan sampai hilang nyawa aja (Hwehehehe). Sebenarnya tak perlu sesuatu yang rumit dan ribet, yang kita perlukan adalah menumbuhkan kekuatan positif dalam diri kita, bahasa kerennya sih aura positif. Sudah menjadi rahasia umum, dewasa ini aura negatif dan aura positif dalam tubuh manusia menjadi perbincangan unik dan menarik. Tak tanggung-tanggung hanya dibeberapa kalangan, namun menjamur hingga hampir diseluruh kalangan. Hal ini didukung juga dengan penemuan Masaru Emoto dalam karyanya “True Power Of Water” yang spektakuler ditahun 1995. Namun baru merambah terkenal sekitar tahun 1999. Seolah membuka cakrawala baru tentang dunia air yang tak lain adalah dunia kita sendiri. Mengapa demikian? Karena 70% tubuh kita terdiri dari air dan 70% dari bumi ini juga terdiri dari air. Diri kita adalah air, jadi tak ada salahnya memahami air untuk memahami dirisendiri. Jika setuju lanjutkan baca, jika tidak ya terserah Anda. (huhu) Air memiliki sifat seperti pita magnetik, itu sih kata Pak Masaru Emoto loh. Dan ia memiliki HADO (energi atau kumpulan getaran yang ada pada sebuah benda), HADO inilah yang mempengaruhi sifat dan karakter manusia. KOK BISA? Ya bisalah, Berdasarkan penelitian Dr.Masaru, semakin jelas terlihat bahwa kualitas air dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk, bergantung pada informasi yang diterimanya. Hal ini membuat kita yakin bahwa kita, manusia, juga dipengaruhi oleh informasi yang kita terima karena 70% tubuh manusia dewasa adalah air. Apabila kita renungkan, ada beberapa hal yang patut kita lakukan demi terlaksanya pribadi positif yang kondusif. Dalam arti, mampu tetap bercahaya meski dalam keadaan gelap karena kekuatan positif dalam tubuh kita membantu menerangi kegelapan tersebut. Beberapa hal tersebut antar lain: 1. Menghargai orang lain dengan rendah hati Hati adalah jiwa, tak dapat terpisah dengan diri kita selama jasad masih bernyawa sehingga sangat memungkinkan sekitar 85% ketika hati kita sakit, orang lain juga ikut tersakiti. Ini terjadi bisa karena tanpa kesengajan, namun dapat juga dengan sengaja karena ego manusia kadang dan sering berulah tanpa kompromi dengan nurani. Secara motorik hal tersebut terjadi begitu saja diluar kendali, dan ketika tersadar ternyata kita sudah terdampar. Bukan di pulau asing atau ditepi pantai namun terdampar diruang penyesalan. Penyesalan itu kadang kita akui, kadang juga kita sembunyikan karena kita masih terikat dengan yang namanya gengsi. Huh, rumit juga ya manusia. Well, semua itu pasti dapat teratasi karena manusia itu selalu bisa mengalir seperti air. 2. Berkumpulah dengan orang-orang beraura positif Hal lain yang dapat kita lakukan adalah dengan membiasakan diri berkumpul dengan orang-orang beriman, hehehe sok banget yah. Maksudnya ya berkumpul dengan orang-orang yang memiliki aura positif. Seperti apakah mereka? Tentu aja yang bisa mengajakmu untuk berperilaku baik, tak harus ustadz atau ustadah yang penting ia mampu memberi dampak positif untukmu. 3. Berujar maaf kesemua orang Ucapan maaf merupakan komunikasi positif yang akan direspon secara positif juga oleh tubuh, karena itu bila kita sering mengucapkan kata maaf akan ada respon positif juga dalam tubuh sehingga aura positif itu akan muncul. Mungkin bukan hanya kata maaf yang perlu diucapkan seperti ‘kamu pintar’ atau ‘terimakasih’ juga berdampak positif juga untuk tubuh kita. Kemudian meminta maaf secara terhormat dengan orang-orang yang pernah kita sakiti, bila masih dibayangi rasa gengsi lakukanlah ungkapan maaf itu secara terbuka kesetiap orang yang kamu temui, ini bisa menjadi “kamuflase” yang unik dan menjanjikan. Jangan lupa untuk benar-benar menyesali perbuatan buruk yang pernah kamu lakukan dan berjanjilah pada diri kamu sendiri untuk tidak mengulangi hal buruk itu. Bahasa kerennya sih taubat. Ketika kita dapat menghargai orang lain dengan kerelaan dan rendah hati, sesungguhnya kita telah menghargai diri sendiri secara terhormat. Coba kamu rasakan sendiri perasaan menghargai itu sebagai sikap ikhlas memberi tanpa menerima, suatu saat kamu bisa merasakan kenikmatan itu sebagai hadiah indah dalam jiwamu. Berani coba? 4. Hati-hati dengan hatimu Wuiiih kaya lagu aja, “Hati-hati dengan hatiku karna hatiku mudah layu” mungkin kaya cuplikan lagu itulah hati kita, mudah layu. Bener pa bener nih? Hehe… Jangan pernah bermain hati bila tak ingin tersakiti. Hati ibarat kaca, mudah pecah dan mudah kotor. 5. Berfikir positif Bila kamu selama ini selalu memikirkan masa depan depan yang cerah gemilang dan penuh warna, dapat dikatakan kamu sudah mencoba berfikir positif. Tapi berfikir positif bukan berarti berkhayal tentang hal-hal yang indah. Berfikir positif adalah mencoba membaikkan sesuatu secara positif. Artinya, mencoba mengalibikan sesuatu menjadi sesuatu yang positif tehadap diri kamu. Misalnya ketika kamu dimusuhi teman-teman kamu, jangan lekas marah lantas berbuat gila. Pikirkanlah ini sebagai hadiah dari perbuatan kamu sendiri, mungkin selama ini kamu telah membuat mereka marah atau mengecewakan mereka. Bila hal itu tidak kamu lakukan cobalah untuk koreksi diri lebih teliti, dan tanamkan dalam diri kamu diantara yang suka pasti ada yang duka. Ini juga berlaku untuk kamu, ketika kamu dibenci teman-teman tentu masih ada orang tua atau sanak saudara yang sayang kamu. Nggak usah repot memikirkan ini dan itu, pikirkanlah secara sederhana dan terencana. 6. Memanjakan diri dengan sikap dewasa Belajar dewasa bukan berarti menjadi tua, ingat dewasa atau tidaknya seseorang bukan karena usia. Jangan “paranoid” deh menerapkan sikap dewasa dalam hidup kamu, karena sebenarnya ketika kita belajar dewasa sebenarnya kita belajar kehidupan. Bukan berarti mengajak untuk berfikir berat dan membingungkan, tapi coba pahami lingkungan disekitarmu, lihat, dengar, dan rasakan. Pasti ada sesuatu yang berharga yang belum kamu temui sebelumya. Selalu ada udang dibalik batu dalam setiap skenario hidup kita, baik implisit atau eksplisit semua itu bisa terbaca apabila kita mampu untuk menerawang. But, semua ini tiada lepas dari keinginan kamu dan bisa atau tidaknya kamu menerima ide gila ini yang baru saja kamu baca. Kalau kamu setuju laksanakan dengan suka cita dan tanpa beban, tapi kalau tidak setuju relakanlah rumus ini lenyap dan berdoalah semoga tidak bertemu dengan rumus ini lagi, tapi jika kamu bertemu lagi dengan tulisan ini bisa jadi kamu sudah jodoh dan 99% tuhan menunjukkan jalan untuk kamu mau melakukan. Wkwkwkw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar